TVRI Baru Miliki Kontrak Liga Inggris 1 Musim Saja

Chief of Distrubution and Broadcast Mola TV, Ayi Farid Wajdi, mengatakan bahwa kerja sama tayangan liga Inggris dengan TVRI Cuma satu musim. Ia juga menjelaskan bahwa kontraknya dengan TVRI itu tak bisa langsung dalam jangka panjang di atas satu tahun. Jadi, kontrak yang sekarang ini terjalin baru lah satu musim saja dengan opsi perpanjangan.

Kontrak TVRI untuk Tayangan Liga Inggris Satu Musim Saja

“Jadi, ini kontraknya per musim atau per tahun. Pembayarannya juga per tahun. Kemudian nanti selesai kontrak akan dievaluasi akan diperpanjang atau tidak,” ungkap Ayi dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (28/1).

Ayi juga memastikan bahwa kontrak kerja sama untuk tayangan Liga inggris antara Mola TV sebagai pemegang hak siarnya denggan TVRI sendiri tak gratis. Walau demikian, sesuai dengan klausul kontrak yang dibuat tak boleh menyebutkan nilai kontraknya. Lebih lanjut lagi, ia menambahkan bahwa sejak awal tak pernah menyebutkan bahwa tayangan Liga Inggris di TVRI ini tak pernah diberikan secara gratis.

“Ada nilai kontraknya, namun tak boleh dishare karena kan Liga Inggris sendiri juga ketat banget mengaturnya. Tapi sejak awal memang tidak pernah ada omongan bahwa tayangan di TVRI ini gratis. Karena konten seperti Liga Inggris jadi rebutan, apalagi kalau dikasih gratis,” katanya lewat sambungan telepon.

“Pembayaran juga per tahun di periode budget TVRI. Jadi, yang bisa dibayarkan itu yang sudah tayang, tak bisa yang belum tayang dibayarkan. Jadi, misalnya Agustus mulai pertama sampai Desember, invoice yang kami berikan di November.”

Dalam satu musim, pasalnya TVRI mendapatkan jatah kira-kira 76 tayangan pertandingan Liga Inggris. Dan dalam seminggu paling tidak ada minimal 2 pertandingan yang ditayangkan dengan menyesuaikan jadwal program TVRI. “Di Liga Inggris itu ada laga dalam satu minggu. Kami ke TVRI minimal komitmennya ada 2 pertandingan togel singapura dalam satu minggu dan satu di hari Sabtu, satu hari lagi di hari Minggu,” imbuhnya.

“Mola TV yang memilih pertandingannya menyesuaikan dengan jadwal yang diberikan oleh TVRI, bukan berdasarkan klubnya.”

Dewan Pengawas (Dewas) sebelumnya menyinggung soal hak siar Liga Inggris yang nilainya mencapai US$ 9 juta di balik pemecatan Helmi Yahya dari jabatan Direktur Utama dari TVRI. Jubir Dewas TVRI, Heri Sulistiawan mengatakan bahwa itu tak sesuai dengan pernyataan awal Helmy yang mana mengaku bahwa siaran itu sifatnya barter atau tak mengeluarkan biaya sama sekali.

“Penjelasan awal Dirut yang menyampaikan bahwa Liga Inggris itu sistemnya adalah barter, sehingga dengan barter itu TVRI diuntungkan dengan tak mengeluarkan sepeserpun uang,” ungkap Dwi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta hari Senin (27/1) kemarin.

Helmy Yahya: Hak Siar Liga 1 Lebih Mahal Ketimbang Liga Inggris

Sementara itu, Helmy Yahya yang sekarang telah menjadi mantan direktur utama TVRI mengungkapkan bahwa hak siar Liga Indonesia jauh lebih mahal ketimbang Liga Inggris.

Menurut dirinya, hak siar Liga Indonesia antara 4/5 kali lipat dari Liga Inggris. “Kalau ada yang bertanya, kenapa (TVRI) tak membeli Liga Indonesia, Liga Indonesia harganya 4 atau 5 kali lipat dari Liga Inggris,” ungkapnya ketika digelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi I DPR RI yang bertempat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, hari Selasa (28/1).

Lalu ia bersyukur bahwa TVRI bisa memegang hak siar Premier Inggris dengan harga yang amat murah.