Langkah Mudah Berinteraksi Dengan Penyandang Disabilitas

Berupaya memahami penyandang disabilitas bagi orang yang dikaruniai jasmani yang lengkap tentu tidak mudah. Meski demikian tak ada salahnya untuk belajar agar kita lebih mudah berinteraksi dengan mereka. Bagaimana pun juga kaum difabel juga mempunyai hak untuk bersosialisasi dengan nyaman di tengah-tengah masyarakat. Bagi Anda yang memiliki orang-orang dengan penyandang difabilitas di sekitar, misalnya anggota keluarga atau teman dekat, simak ulasan berikut.

Berinteraksi dengan penyandang tuna netra tanpa memicu kesalahpahaman

Tidak perlu menghindar atau menjauh karena khawatir memicu kecanggungan saat bergaul dengan penyandang disabilitas. Bagi kaum difabel tunanetra sentuhan dan tegur sapa sebaiknya lebih sering dilakukan. Ini adalah dua poin penting saat bergaul dengan mereka. Selain itu menurut Tolhas Damanik, General Election Netword For Disability Acces, inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  1. Saat berkenalan untuk pertama kali Anda perlu menepuk punggung tangan atau bahu yang bersangkutan sebelum memulai interaksi dengan pembicaraan, terutama di area terbuka. Ini agar mereka paham bahwa dirinyalah yang diajak bicara dan bukan orang lain karena penyandang tuna netra tak dapat melihat ekspresi wajah Anda.
  2. Langkah berikutnya adalah mengatakan nama Anda atau menawarkan untuk memberikan bantuan. Jangan menganggap kita mengetahui keinginan atau keperluan mereka. Dengan bertanya lebih dulu kita akan mengetahui apa yang sebenarnya harus dilakukan.
  3. Saat tengah menyeberang jalan atau kondisi-kondisi beresiko lainnya gandeng tuna netra di bagian lengannya. Ini akan memudahkan yang bersangkutan untuk bergerak karena dia berada satu langkah di belakang pemandu. Jadi bukan dirangkul atau yang sejenisnya. Sebaiknya Anda juga tidak memegang tongkatnya, karena dapat diibaratkan tongkat itu adalah matanya. Berlaku pula hal yang sama untuk berinteraksi dengan kaum difabel yang lain, Anda juga dilarang keras untuk bersandar pada kursi roda karena bagi beberapa penyandang disabilitas hal ini memalukan.
  4. Tips berikutnya yang bisa Anda coba adalah memberi panduan dengan pengganti arah, misalnya bawah, atas, belakang, depan, kanan, atau kiri. Jangan menggunakan kata kesana, di sana, kemari, di sini dan sejenisnya.
  5. Jangan tersinggung bila yang bersangkutan ternyata menolak bantuan Anda karena faktanya memang cukup banyak kaum difabel yang mandiri. Bagi Tolhas masyarakat perlu diedukasi bahwa penolakan kaum difabel bukan berarti disebabkan mereka enggan dibantu karena dapat melakukan semua keperluannya sendiri, dan ini seharusnya tidak menjadi masalah.
  6. Tips yang keenam, Tolhas kembali menyatakan bahwa mengupayakan komunikasi yang baik secara dua arah itu sangat penting. Bagi penyandang tuna netra yang baru Anda kenal, tawarkan bantuan, itu adalah cara membangun komunikasi paling simple. Setelah itu Anda akan dapat berinteraksi dengan normal seperti bersama orang lain tanpa salah paham. 
  7. Beberapa disabilitas memiliki pendamping untuk menemani mereka dan bila Anda ingin berkomunikasi atau berinteraksi, ajaklah yang bersangkutan untuk berbicara secara langsung, alih-alih pendamping mereka. Hal ini bisa sangat menyinggung perasaan karena mengira orang-orang yang normal menganggap mereka begitu tidak berdaya.
  8. Hindari kalimat “Anda sangat menginspirasi.” Tidak semua orang suka dianggap telah melakukan hal yang hebat kalau pada kenyataannya kegiatan yang dilakukan sama seperti orang lain. Walaupun memang Anda merasa terinspirasi, sebaiknya simpan saja dalam hati dan berupayalah untuk berkomunikasi seperti biasa dengan mereka.

Walaupun para penyandang disabilitas terlahir dengan istimewa tetapi tidak semua orang senang diperlakukan dan dipandang berbeda. Nah, semoga tips tersebut dapat membantu Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *